Gusdur


Dengan sedikit jongkok Mbah Hanafi bersusah payah meraih kembali kopiah hitamnya dari sela-sela sendal para pentakziyah. Kopiah hitam beludru itu di beberapa sisi sudah lusuh dan timbul warna keemasan terutama di ujung atas depan yang sedikit lancip.
Setelah mengibas-ngibaskan kopiahnya agar debu yang menempel rontok serta merapikan rambut putihnya yang sedikit berkeringat, Mbah Hanafi melesakkan kembali kopiah itu hingga sebagian besar kepalanya tertutup. Belum selesai meletakkan posisi kopiahnya yang belum sepenuhnya rapi, lelaki berumur 70an tahun itu kembali terdesak dan terhimpit. Tubuhnya yang kurus sedikit oleng ke kiri kemudian ke kanan. Beruntung ada seorang polisi yang mengetahui keadaan itu, dengan sigap pak polisi itu merangkul tubuh pak Hanafi menjauh dari kerumunan dan gerombolan para pentakziah yang berhimipitan.

Posisi lelaki tua itu kini persis berada di bibir selokan. Dari posisinya sekarang, yang berjarak 2 meter sebelah selatan jembatan yang menjadi titik berkerumunnya ribuan orang, ia terbebas dari himpitan dan dorongan para pentakziah lainnya. Mereka, para pentakziah itu berharap bisa memasuki pintu gerbang yang pada hari ini hanya dapat dimasuki kalangan tertentu saja. Bahkan, beberapa bupati dan Wali Kota dari beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur maupun para Kyai tenar tidak dapat memasuki pintu gerbang itu. (more…)

Hujan deras yang mengguyur kota santri Jombang membuat makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng Jombang ambles. Yang lebih mengagetkan, jasad mantan presiden ke empat itu masih utuh. Kain kafan yang membungkus jasad Gus Dur masih utuh dan putih.

Zainul, salah satu petugas keamanan pondok mengatakan, amblesnya makam Gus Dur terjadi tiga hari lalu. Saat itu pengunjung makam Gus Dur sedang tinggi-tingginya. Sudah begitu, hujan deras terus mengguyur kawasan Tebuireng. AKibatnya, makam mantan Ketua PBNU tersebut ambles. (more…)

Konon, guyonan mantan Presiden Abdurrahman Wahid selalu ditunggu-tunggu oleh banyak kalangan, termasuk presiden dari berbagai negara.

Pernah suatu ketika, Gus Dur membuat tertawa Raja Saudi yang dikenal sangat serius dan hampir tidak pernah tertawa. Oleh Kiai Mustofa Bisri (Gus Mus), momentum tersebut dinilai sangat bersejarah bagi rakyat Negeri Kaya Minyak. “Kenapa?” tanya Gus Dur.

“Sebab sampeyan sudah membuat Raja ketawa sampai giginya kelihatan. Baru kali ini rakyat Saudi melihat gigi rajanya,” jelas Gus Mus, yang disambut gelak tawa Gus Dur. (more…)

Suatu hari, saat Abdurarahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius. Pembicaraan bertopik isu terhangat dilakukan selesai menghadiri sebuah rapat di Istana Negara.

Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu melanda kota Jakarta. Gus Dur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut. (more…)

Suatu ketika Gus Dur membagi-bagikan handphone kepada sejumlah kiai NU. Tentu saja para kiai ini agak kikuk dengan teknologi telepon genggam itu.
Karena merasa sejumlah kiai koleganya sudah mendapatkan handphone, Gus Dur pun dengan mudah menghubungi mereka lewat telepon genggam tersebut. (more…)

Saat Presiden Abdurrahman Wahid menjabat, Departemen Kehutanan dan Perkebunan (Dephutbun) tidak henti didemo. Setiap hari ada saja kelompok yang berdemonstrasi di departemen yang saat itu dipimpin Nur Mahmudi Ismail.
Tuntutan mereka sama, yang mendeseak pembatalan pengangkatan Sutjipto sebagai Sekjen Dephutbun.

“Sutjipto terlalu tua, copot saja!” teriak salah satu pendemo. “Sutjipto bukan pejabat karir, berikan saja jabatan itu kepada orang dalam!” pekik yang lain. “Pengangkatan Sutjipto berbau KKN, copot saja,” bunyi tulisan sebuah poster yang diacungkan.
Rentetan demonstrasi yang sempat melumpuhkan sebagian kegiatan Dephutbun itu. Pasalnya, tidak sedikit karyawan yang ikutan berdemo, yang pada akhirnya menyerempet posisi Menteri Nur Mahmudi sendiri. Tapi Presiden berkeras supaya Sutjipto dipertahankan. (more…)

Setelah mendapat larangan dari dokternya untuk tidak melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan pesawat terbang, Gus Dur kemudian nekat untuk berpergian jauh menggunakan kereta api.
“Anda mau pergi naik kerata api Gus? Memangnya Anda pikir bisa sampai tepat waktu dengan naik kereta api?” ledek si dokter.
“Anda jangan meremehkan, kereta itu cepet banget loh!” jawab mantan Presiden RI ke-4 itu.
“Kereta api mana yang bisa menandingi kecepatan pesawat terbang?” tanya dokter. (more…)

Next Page »