Dari menara ini, lanskap Semarang, Jateng, terlihat jelas. Rumah-rumah tampak mungil, laut membentang, dan hijaunya perbukitan. Menara Al Husna, namanya.

Menara ini berada di kompleks Masjid Agung Jateng (MAJT), Jl Gajah Raya, Semarang. Tingginya 99 meter dan menjadi salah satu ikon masjid yang jaraknya sekitar 4 km dari pusat kota ini.

Khusus pada Bulan Ramadan, menara dibuka mulai pukul 05.30 – 17.00 WIB. Ada yang penasaran dengan pemandangan dari ketinggian, ada yang sekadar menghabiskan waktu sembari menunggu berbuka alias ngabuburit, dan banyak juga pengunjung yang dari luar semarang ingin melihat menara ini karena penasaran ingin melihatnya yang kebanyakan didapat dari cerita orang-orang di sekitanya.

Tidak mahal untuk bisa menikmati panorama dari menara ini. Sekali naik, tiap pengunjung hanya diminta membayar Rp 5 ribu. Jika tiket sudah didapatkan, pengunjung langsung ‘diangkut’ lift. Menara terdiri dari beberapa lantai. Lantai dasar difungsikan sebagai stasiun radio Dais (Dakwah Islam), lantai dua dan tiga untuk museum kebudayaan Islam, dan lantai 18 untuk kafe.

Di puncak menara, pengunjung bisa menikmati panorama, baik dengan mata telanjang atau teropong. Jika menggunakan teropong, pengunjung cukup memasukkan uang koin Rp 500 untuk durasi beberapa menit.

Masjid terbesar di Jateng ini mulai dibangun pada pada tahun 2001. Lima tahun kemudian, penggunaannya diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di lahan seluas 10 hektare tersebut juga dibangun penginapan, pusat souvenir, kios makanan, dan arena bermain. Cukup memadai untuk dikunjungi.