Keramaian haul dari alun2 kaliwungu

Keramaian haul dari alun2 kaliwungu

Pada hari minggu 05 April 2009 masyarakat kaliwungu pandangannya tertuju pada satu tempat yaitu di masjid besar almuattaqin kaliwungu yang pada saat itu mengadakan haul KH. Ahmad Ru’yat mbah wali Musyaffa’ dan seluruh masyayikh ( kyai ) kaliwungu itu sendiri. Masyarakat kaliwungu sendiri sudah pada berdatangan ke masjid besar almuttaqin mulai dari pagi jam 07.00 wib dan semakin siang terus bertambah banyak dan berjubel jadi satu dimulia dari dalam masjid sampai alun-alun Kaliwungu.

Keramaian haul di parkir Masjid almuttaqin

Keramaian haul di parkir Masjid almuttaqin

Sedangkan masyarakat yang berada diluar kaliwungu sudah datang sejak malam minggunya, dan menginap dipenginapan yang sudah disediakan oleh masjid almuttaqin, ada pula yang menginap di pondok pesantren – pondok pesantren kaliwungu. Kebanyakan masyarakat luar yang datang untuk menghadiri haul adalah alumni pondok pesantren kaliwungu itu sendiri, mulai dari ujung barat sampai timur, mulai dari banten sampai surabaya dan bahkan ada yang datang dari luar pulau jawa yaitu dari lampung dan sebagian kecil dari pulau sumatra lainnya.
Nasi Bungkus dan minuman mineral

Panitia sendiri menyediakan nasi bungkus dan minuman mineral, diperkirakan nasi bungkusnya 10.000 nasi bungkus dan minuman mineralnya tak terhitung banyaknya, panitia sendiri kewalahan membagikan nasi bungkus itu sendiri dikarenakan masyarakat kaliwungu yang berdatangan tiada henti dari ujung selatan, timur, barat dan utara. Nasi bungkus itu sendiri sumbangan seikhlasnya dari masyarakat kaliwungu yang kebanyakan dari kampung didesa Kutoharjo dan krajankulon yang notabeni adalah desa yang dulu ditempati oleh KH ahmad ru’yat dan mbah wali musyaffa’.
Acara Haul

Ulama-ulama kaliwungu dan sekitarnya sedang memimpin acara haul

Ulama-ulama kaliwungu dan sekitarnya sedang memimpin acara haul

Acara haul itu sendiri tidak sesuai dengan susunan acara yang sudah biasa diterapkan pada tahun-tahun sebelum-nya, dan biasnya dibacakan manqobah ( cerita perjalanan ) dari KH ahmad ru’yat dan mbah wali musyaffa’, dan sambutan-sambutanpun ditiadakan karena mungkin bertepatan masa pemilu di Indonesia dan masa kampanye,mungkin dari pihak panitia punya alasan tersendiri dengan ditiadakannya semua itu, padahal biasanya masyarakat sendiri menantikan manqobah/ cerita itu yang biasa didengarkan tiap tahun tapi tidak pernah membosankan dan yang membacakannya adalah KH. DIMYATHI ROIS pengasuh pondok ALFADLLU WAL FADLILAH dan juga pengalaman beliau bersama KH. Ahmad Ru’yat selaku gurunya sewaktu mondok di PP. APIK Kauman Kaliwungu yang sekarang ini pengasuhnya KH. SHOLAHUDDIN HUMAIDULLAH selaku keponakan dari KH. Ahmad Ru’yat dan putra dari KH. HUMAIDULLAH IRFAN.

Itulah sedikit pontingan dari kami bila ada tulisan yang kurang tolong ditambahi sendiri
semoga bermanfaat terima kasih.

Tempat parkir yang membludak sampai tepi jl. Raya kaliwungu

Tempat parkir yang membludak sampai tepi jl. Raya kaliwungu

3
6
5
8
13
14
151617